Green Leadership dalam PROPER: Dari Kepemimpinan ke Praktik Nyata

Di tengah krisis iklim, tekanan sosial, dan tuntutan publik terhadap akuntabilitas korporasi, keberlanjutan bisnis tidak lagi cukup dipahami sebagai kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Perusahaan dituntut mengambil peran yang lebih aktif dalam merespons tantangan sosial dan ekologis yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, kepemimpinan memegang peran kunci dalam menentukan arah transformasi keberlanjutan perusahaan.

Di titik inilah konsep green leadership menjadi penting sebagai praktik kepemimpinan yang tercermin dalam kebijakan, strategi, dan konsistensi pelaksanaan di lapangan. Dalam konteks keberlanjutan, green leadership dapat dipahami sebagai kemampuan pimpinan perusahaan untuk mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dan sosial ke dalam pengambilan keputusan strategis, serta memastikan implementasinya berjalan konsisten dalam operasional sehari-hari. Kepemimpinan semacam ini tidak berhenti pada visi atau komitmen normatif, tetapi tercermin dalam kebijakan internal, alokasi sumber daya, inovasi program, dan keberlanjutan dampak yang dihasilkan bagi lingkungan dan masyarakat. Di Indonesia, praktik green leadership tidak berdiri terpisah dari kerangka kebijakan publik, salah satunya melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Memahami Green Leadership dalam Kerangka PROPER

Dalam skema PROPER, kepemimpinan tidak dinilai secara eksplisit sebagai atribut personal pimpinan perusahaan. Sebaliknya, green leadership tercermin melalui hasil dan proses yang dapat dilihat dan dievaluasi, seperti kebijakan internal, inovasi lingkungan dan sosial, serta keberlanjutan implementasi program. Dengan pendekatan ini, PROPER mendorong perusahaan untuk bergerak dari kepatuhan minimum (compliance) menuju praktik yang melampaui regulasi (beyond compliance).

Peringkat Hijau dan Emas menjadi ruang di mana kualitas kepemimpinan perusahaan diuji. Capaian tersebut tidak hanya bergantung pada pemenuhan aspek teknis, tetapi juga pada sejauh mana pimpinan perusahaan mampu mengintegrasikan isu lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis secara konsisten dan berjangka panjang.

Apa yang Dinilai sebagai Green Leadership dalam PROPER?

Setidaknya terdapat beberapa aspek utama yang menunjukkan praktik green leadership dalam kerangka penilaian PROPER.

Pertama, integrasi keberlanjutan dalam kebijakan dan pengambilan keputusan.
Green leadership tercermin ketika isu lingkungan dan sosial tidak diposisikan sebagai kegiatan tambahan, melainkan menjadi bagian dari kebijakan dan tata kelola perusahaan. Dalam PROPER, hal ini terlihat dari penerapan sistem manajemen lingkungan, kebijakan efisiensi sumber daya, serta dukungan manajemen puncak terhadap program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kedua, dorongan terhadap inovasi yang relevan dan kontekstual.
 PROPER mendorong perusahaan untuk tidak berhenti pada pendekatan teknis standar. Inovasi yang dinilai tidak semata diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi dari kemampuannya menjawab persoalan lokal. Kepemimpinan berperan penting dalam menciptakan ruang bagi lahirnya inovasi lingkungan dan sosial yang berdampak nyata, baik melalui efisiensi energi, pemanfaatan limbah, maupun pengembangan kegiatan ekonomi berbasis komunitas.

Ketiga, memastikan program sosial berdampak bagi masyarakat.
 Dalam kerangka PROPER, pengelolaan lingkungan tidak dipisahkan dari dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Green leadership tercermin ketika pimpinan perusahaan memastikan bahwa program Community Involvement and Development (CID) dirancang berdasarkan kebutuhan lokal dan menghasilkan manfaat yang terukur, seperti peningkatan pendapatan, terbentuknya usaha baru, atau penguatan kapasitas kelompok masyarakat.

Keempat, konsistensi dan keberlanjutan implementasi program.
 Salah satu tantangan dalam praktik keberlanjutan adalah menjaga kesinambungan program pasca-penilaian. Green leadership tercermin dari kemampuan perusahaan menjaga konsistensi implementasi meskipun menghadapi dinamika bisnis atau pergantian manajemen. Dalam konteks PROPER, keberlanjutan program menunjukkan bahwa komitmen perusahaan tidak bersifat sementara atau berorientasi pada perolehan peringkat semata.

Kelima, transparansi dan kualitas dokumentasi.
 Penilaian PROPER sangat bergantung pada kejelasan data dan dokumentasi atau bukti pelaksanaan program. Green leadership mendorong keterbukaan data dan kesiapan perusahaan untuk dievaluasi secara objektif, sehingga capaian yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Green Leadership sebagai Fondasi Peringkat Hijau dan Emas

Pengalaman perusahaan penerima PROPER Hijau dan Emas menunjukkan bahwa capaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari kualitas kepemimpinan dalam mengelola keberlanjutan. Peringkat tinggi bukan semata hasil pemenuhan aspek teknis, melainkan refleksi dari keputusan strategis, keberanian berinovasi, dan komitmen jangka panjang pimpinan perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan dan sosial.

Dalam hal ini, PROPER tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai mekanisme pembelajaran yang mendorong transformasi kepemimpinan di dunia usaha. Melalui PROPER, perusahaan didorong untuk membangun model kepemimpinan yang lebih adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak. Pada Anugerah PROPER 2024, penghargaan Green Leadership diberikan dalam dua kategori, yakni Green Leadership Utama dan Green Leadership Madya. Kategori ini menegaskan bahwa PROPER tidak hanya menilai sistem dan program, tetapi juga kualitas kepemimpinan yang berproses di baliknya.

Salah satu penerima Green Leadership Utama pada PROPER 2024 adalah Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Penghargaan ini diberikan atas peran pimpinan perusahaan dalam memastikan strategi keberlanjutan dijalankan secara konsisten, tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diterjemahkan ke dalam inovasi operasional dan program yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan dampak sosial. Praktik green leadership juga diimplementasikan oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, yang pada Anugerah PROPER 2024 Direktur Utamanya meraih PROPER Emas sekaligus penghargaan Green Leadership Utama. Penghargaan ini diberikan atas peran pimpinan perusahaan dalam memastikan strategi keberlanjutan dijalankan secara konsisten, tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diterjemahkan ke dalam praktik operasional dan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak. Capaian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan hijau dinilai dari keputusan strategis dan arah perusahaan, bukan semata dari status kepemilikan atau sektor usaha (KLHK, 2024; CNBC Indonesia, 2025).

Penutup

Green leadership dalam PROPER tidak diukur melalui slogan atau pernyataan sepihak, melainkan melalui praktik yang dapat dilihat dan dievaluasi dengan kebijakan yang terintegrasi, inovasi yang relevan, dampak sosial yang nyata, serta transparansi dalam pelaporan. Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa kepemimpinan semacam ini tidak berhenti pada pencapaian peringkat, tetapi terus berkembang sebagai bagian dari tata kelola bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

 

Referensi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Best Practices PROPER 2023–2024. Jakarta: KLHK.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Anugerah Lingkungan PROPER. Jakarta: KLHK.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Pedoman Penilaian PROPER. Jakarta: KLHK.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). PROPER: Mendorong Inovasi dan Kepemimpinan Hijau dalam Dunia Usaha (Edisi 2022–2023). Jakarta: KLHK.

Share:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp