Sudah Sejauh Mana Persiapan Comdev Anda untuk PROPER?

Iqbal Pradipta – Consultant

Satu pertanyaan yang sering mampir ke meja diskusi adalah: “Pak, program kita sudah sangat berdampak bagi warga, tapi mengapa skor Comdev kita di PROPER tidak kunjung naik?”

Jawabannya jarang sekali soal kualitas program di lapangan. Biasanya, masalahnya ada pada pemahaman fondasi dalam mengikuti PROPER. Peraturan Menteri terbaru (No. 7/2025) menegaskan bahwa pengembangan masyarakat kini dievaluasi berdasarkan integrasi data, kompetensi SDM, dan akurasi dampak.

1. Data Sosial: Aset Strategis atau Sekadar Koleksi Dokumen?

Social mapping, dokumen stakeholder engagement, dan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sering kali diperlakukan seperti “ijazah” dibuat sekali, lalu disimpan di lemari. Padahal, dinamika sosial bergerak lebih cepat dari siklus birokrasi.

Dalam PermenLH terbaru, dokumen tertentu seperti socmap dan stakeholder engagement yang usianya lebih dari 2 hingga 4 tahun dianggap telah kehilangan sensitivitasnya. Belum lagi ada dokumen yang perlu diperbarui setiap tahunnya seperti rencana kerja dan IKM. Tanpa pemetaan ulang terhadap stakeholder dan prioritas kebutuhan, kelayakan kajian yang sudah dimiliki akan dinilai “kurang” oleh asesor, sehingga perlu dipastikan data Anda bicara tentang kondisi paling terkini.

Jika dokumen Anda terakhir belum diperbarui sesuai kriteria PROPER, program yang Anda jalankan hari ini mungkin sudah tidak menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Dan asesor PROPER akan melihat itu.

2. CDO yang Bekerja Keras, tapi Tanpa Kerangka yang Tepat

Seorang Community Development Officer (CDO) yang tangguh bukan lagi mereka yang sekadar “akrab dengan warga”. Kini, CDO harus memiliki literasi tingkat tinggi terhadap perkembangan tren CSR, corporate sustainaility, ESG, dan mampu menerjemahkan program ke dalam kerangka Creating Shared Value (CSV).

Kemampuan CDO untuk mengonversi aktivitas sosial menjadi narasi serta memaknai angka kuantitatif yang terukur adalah kunci. Jika kita belum mampu membedah kriteria PROPER Hijau secara teknis, maka potensi nilai perusahaan Anda sedang dipertaruhkan.

Pertanyaan yang perlu dijawab jujur: apakah CDO Anda saat ini sudah memiliki ilmu yang cukup atau mampu menyusun narasi program yang terhubung langsung dengan kriteria penilaian PROPER Hijau? Kompetensi ini yang membedakan CDO biasa dari CDO yang membawa perusahaan naik peringkat.

3. Program Comdev Sudah Ada, Namun Belum Mengelola Core Business

Inovasi program comdev yang progresif dalam kerangka PROPER 2025 adalah yang mampu “menjahit” temuan teknis Life Cycle Assessment (LCA) dengan kebutuhan riil masyarakat. Kesiapan implementasi Anda diuji dari sejauh mana program comdev mampu memitigasi hotspot lingkungan perusahaan seperti mengonversi limbah menjadi ekosistem ekonomi sirkular sehingga program bukan lagi sekadar lampiran dokumen, melainkan solusi strategis yang menjawab dampak operasional secara presisi.

Keberhasilan transisi ini menuntut desain program yang mandiri dan memiliki sensitivitas terhadap resiliensi iklim, memastikan manfaatnya tetap berlanjut bahkan setelah aspek keterlibatan langsung perusahaan berkurang.

4. Belum Ada Analisis Kerentanan Bencana di Sekitar Area Operasional

Ini yang paling sering dilewatkan. PermenLH No. 7/2025 secara jelas mengintegrasikan program comdev dengan tanggap bencana. Perusahaan perlu melakukan Rapid Environmental Assessment Impact in Disaster (REA) yang memetakan risiko dan kerentanan lingkungan di sekitar wilayah operasional yang dimana berhubungan dengan isu lebih luas seperti sustainability dan pengelolaan risiko iklim serta kebencanaan.

Tanpa REA terbaru, program comdev bisa saja belum sesuai terhadap isu loss and damage akibat perubahan iklim maupun dampak bencana yang muncul sebagai salah satu dimensi penting yang membedakan peringkat Biru dari Hijau.

Naik ke PROPER Hijau bukan tentang menambah program baru. Lebih sering, ini tentang memastikan yang sudah ada telah terdokumentasi dengan benar: data yang relevan, SDM yang kompeten, inovasi yang terdokumentasi, dan kajian yang terupdate.

Mulailah dengan audit sederhana: dari keempat elemen di atas, mana yang sudah solid dan mana yang perlu diperkuat sebelum siklus PROPER berikutnya dimulai? Semakin awal Anda menyadarinya, semakin besar ruang untuk bergerak.

Share:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp