Mengapa CSR Penting dalam Masyarakat Saat Ini

Mengapa CSR Penting dalam Masyarakat Saat Ini

Semakin banyak konsumen menuntut agar perusahaan mengubah cara mereka melakukan bisnis, menjadi lebih transparan, dan mengambil peran aktif dalam menangani masalah sosial, budaya, dan lingkungan. Corporate Social Responsibility (CSR) telah mengambil tempat di dunia korporat saat ini, dan bisnis yang mengabaikannya melakukannya dengan risiko sendiri.

Apa itu Corporate Social Responsibility (CSR)?

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)  berarti perusahaan mengambil langkah-langkah untuk memastikan ada efek sosial dan lingkungan yang positif terkait dengan cara bisnis beroperasi. Bisnis yang terlibat dalam upaya CSR aktif memperhatikan cara mereka beroperasi di dunia untuk menggabungkan menangani masalah budaya dan sosial, dengan tujuan menguntungkan kedua-duanya dalam proses tersebut. Model CSR tidak hanya dapat meningkatkan bisnis dan pendapatan, tetapi juga mempromosikan perubahan dan kemajuan di seluruh dunia, yang seringkali melibatkan membantu orang dengan sedikit atau tanpa sumber daya.

CSR dipandang berbeda dengan filantropi. Ketika diterapkan dengan benar, itu harus menjadi tertanam dalam nilai-nilai dan budaya perusahaan, dan secara positif mempengaruhi cara perusahaan melakukan bisnis. CSR harus menjadi melekat dalam misi dan pesan organisasi, dan juga memegang tempat yang kuat dalam pemasaran dan periklanan. Perusahaan harus menyadari bahwa mempromosikan model CSR mereka hanya menguntungkan perusahaan jika mereka sudah bertindak sesuai rencana mereka. Kalau tidak, secara keliru mengklaim membawa perubahan sosial kepada mereka yang membutuhkan dapat menyebabkan publikasi yang buruk.

Bisnis yang mengabaikan tanggung jawab sosial perusahaan berisiko terhadap laba dan merek mereka. Memiliki reputasi buruk secara sosial dan lingkungan dapat menciptakan efek negatif serius pada keseluruhan profitabilitas dan kesuksesan perusahaan, karena saat ini konsumen ingin menghabiskan uang mereka untuk produk dan layanan yang mereka yakini, dan terlibat dengan perusahaan yang mengikuti praktik etis yang memenuhi kebutuhan mereka. keyakinan sendiri.

Perusahaan dengan model CSR

Program CSR Coca-Cola Company yang dikenal sebagai 5 × 20 memiliki tujuan untuk mempekerjakan lima juta wanita di negara-negara berkembang pada tahun 2020 dalam peran pembotolan dan distribusi. Tujuan ini tidak hanya akan menguntungkan para wanita di komunitas sekitar pabrik Coca-Cola, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan, karena perusahaan bertujuan untuk menyediakan akses yang lebih baik ke perawatan kesehatan dan peningkatan pendidikan bagi karyawan mereka.

Model tanggung jawab sosial perusahaan yang diterapkan oleh Visa memberikan peluang keuangan bagi orang-orang di daerah berkembang di dunia. Dengan bermitra dengan pemerintah daerah dan organisasi nirlaba, orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses ke manfaat layanan perbankan dan keuangan sekarang melakukannya. The Gates Foundation menemukan bahwa jenis layanan ini membantu orang berpenghasilan rendah dan orang miskin mengelola keuangan mereka dalam masa-masa sulit, membangun aset, dan meningkatkan konektivitas di seluruh dunia.

Pada skala yang lebih kecil, ada perusahaan wirausaha yang dikenal sebagai B Corporations yang menggunakan CSR ke dalam jalinan bisnis mereka sendiri. Misi mereka ada tiga: manusia, planet, dan laba. “B” mengacu pada bermanfaat, dan tiga puluh satu negara bagian di AS saat ini mengakui B Corps. Bisnis ini diwajibkan oleh hukum untuk memenuhi standar kinerja sosial dan lingkungan yang ketat, dengan perusahaan seperti Generasi Ketujuh, Pura Vida, dan Etsy contoh hebat dari B Corps.

Pentingnya CSR untuk Milenium

Ketika populasi konsumen milenial bertumbuh, sangat penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan status tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Menanamkan model tanggung jawab sosial diperlukan untuk menarik apa yang menjadi salah satu segmen pasar terbesar. Generasi Millenial sangat paham teknologi, dan mereka tidak berpikir dua kali untuk meneliti sebuah perusahaan dan melihat catatan etik serta praktik perburuhannya. Banyak yang merasa seperti itu adalah tugas mereka untuk melakukan bagian mereka dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, dan generasi yang sedang berkembang ini tidak ingin dikaitkan dengan atau mendukung perusahaan yang tidak bertanggung jawab atas dunia dan orang-orang di dalamnya.

Keterlibatan karyawan juga terkait dengan reputasi CSR perusahaan. Survei Deliotte baru-baru ini menemukan bahwa 70 persen generasi milenial mengakui bahwa komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial memengaruhi pilihan mereka untuk bekerja di sana. Dengan milenium segera menjadi segmen generasi terbesar dari tenaga kerja, perusahaan yang ingin merekrut pekerja ini perlu merangkul CSR untuk menarik dan mempertahankan bakat. Millenial tidak hanya ingin mengkonsumsi produk dan layanan yang dibuat oleh perusahaan yang memiliki keberadaan CSR; mereka ingin mengambil bagian dalam melakukan perubahan sosial dan lingkungan ini juga.

Kesimpulan

Tanggung jawab sosial perusahaan lebih dari sekadar tren atau tren bisnis. Bisnis yang ingin tetap relevan dengan generasi baru dan yang ingin membantu orang yang membutuhkan di seluruh dunia sambil meningkatkan pendapatan dan efisiensi mereka sendiri akan mendapat manfaat dari merangkul CSR.

Sumber :

  • http://business.time.com/2012/05/28/why-companies-can-no-longer-afford-to-ignore-their-social-responsibilities/2/
  • https://www.ama.org/publications/MarketingNews/Pages/millennial-demand-for-social-responsibility-changes-brand-strategies.aspx
  • http://www.forbes.com/sites/adp/2016/02/24/attracting-talent-through-corporate-social-responsibility-3-myths-debunked/#1e3050c32183
  • https://www.entrepreneur.com/article/245162
  • http://www.investopedia.com/terms/c/corp-social-responsibility.asp
  • http://benefitcorp.net/policymakers/state-by-state-status