Panduan Pembuatan dan Pengelolaan Community Development

Panduan Pembuatan dan Pengelolaan Program Community Development untuk Perusahaan

Dalam dunia bisnis, perusahaan memiliki kewajiban untuk menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar (social license to operate) dan memainkan peran yang lebih aktif dalam pembangunan komunitas. Peran itu dapat dicapai melalui program Community Development (Comdev) yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai bagian dari CSR perusahaan.  

Program Comdev tidak hanya membantu perusahaan menjaga hubungannya dengan komunitas lokal, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam panduan ini, kita akan membahas langkah-langkah penting dalam pembuatan dan pengelolaan program Comdev untuk CSR perusahaan. 

Apa itu Community Development? 

Community Development adalah pendekatan yang bertujuan untuk memperkuat dan memberdayakan komunitas melalui partisipasi aktif dari anggota komunitas itu sendiri. Ini melibatkan identifikasi kebutuhan dan masalah dalam komunitas, serta pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.  

Perusahaan dapat melakukan proses pendekatan yang berupaya untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan sebuah komunitas atau wilayah tertentu. Community Development menekankan partisipasi aktif dan pemberdayaan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi masalah, merencanakan solusi dan mengimplementasikan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.  

Kenapa Perusahaan Membutuhkan Community Development? 

Hubungan antara perusahaan dan community development sebenarnya sangat berkesinambungan karena berpengaruh pada kesejahteraan komunitas lokal dan kesuksesan perusahaan jangka panjang. Bagi perusahaan, manfaatnya adalah mempertahankan social license to operate, mendapatkan akses ke wilayah setempat, lingkungan operasional yang stabil, pengurangan risiko dan konflik dengan komunitas hingga menciptakan citra positif perusahaan.  

Pemberdayaan komunitas lokal oleh perusahaan juga dapat menciptakan iklim bisnis yang baik. Tidak hanya bagi perusahaan, jika memiliki citra positif maka berpengaruh juga terhadap pandangan dan dukungan dari beberapa stakeholder kunci seperti investor, konsumen, rekan bisnis, masyarakat umum, dan lainnya.  

Perusahaan sebaiknya memilki unit khusus yang ditugaskan untuk merancang dan menjalankan program community development. Dengan memiliki unit community development, maka program dapat terfokus pada wilayah dan permasalahan itu secara lebih spesifik.  

Langkah-Langkah Pembuatan Community Development 

Dalam pembuatan program Comdev, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan: 

  1. Identifikasi Kebutuhan dan Tantangan Komunitas; meliputi masalah lingkungan, sosial, ekonomi, dan pendidikan, di antara banyak lainnya. Melakukan analisis mendalam tentang kondisi komunitas akan membantu perusahaan memahami di mana mereka dapat memberikan kontribusi yang paling bermanfaat. 
  2. Konsultasi dengan Stakeholder; berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota komunitas, pemerintah setempat, LSM, dan organisasi masyarakat lainnya. Mendengarkan masukan dan perspektif dari berbagai pihak akan membantu perusahaan merancang program yang lebih relevan dan berkelanjutan. 
  3. Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi; Strategi ini harus mencakup tujuan jangka pendek dan panjang, target yang ingin dicapai, serta langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mencapainya. 
  4. Implementasi Program dan Monitoring; melibatkan berbagai kegiatan seperti pelatihan, penyuluhan, pembangunan infrastruktur, dan program kemitraan dengan pihak lain. Penting untuk terus memantau kemajuan program dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan rencana. Peran Community Development Officer atau CDO menjadi penting dalam tahap ini. 
  5. Pelaporan dan Evaluasi; Evaluasi juga perlu dilakukan secara rutin untuk mengevaluasi dampak program dan mengidentifikasi area di mana perbaikan dapat dilakukan. 

Kriteria Program Community Development yang Strategis dan Efektif 

Karena kaitannya dengan program perusahaan dan kehadirannya untuk memberikan dampak positif bagi kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan, maka kriteria Community Development yang berkualitas utamanya terletak pada praktiknya, seperti: 

  1. Berpartisipasi aktif dengan komunitas lokal untuk memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan komunitas atau lingkungannya 
  2. Berhasil menjalin kemitraan dengan stakeholder yang berhubungan dengan pencapaian tujuan community development 
  3. Program yang dirancang dan diimplementasikan didasari oleh pemahaman serta pengetahuan tentang kebutuhan, budaya, hingga nilai-nilai masyarakat setempat 
  4. Jika kriteria di atas berhasil tercapai dan tujuan program berhasil terlaksana dengan partisipasi aktif perusahaan dalam memenuhi kebutuhan serta menyelesaikan permasalahan komunitas, maka peringkat PROPER Hijau atau bahkan Emas berpeluang untuk dicapai. Namun, mencapai peringkat PROPER tersebut tidaklah sesederhana itu, karena membutuhkan pengukuran kinerja dan penilaian terhadap kriteria-kriteria yang telah ditetapkan 

Stakeholder sebagai Elemen Penting dalam Community Development 

Program community development tercipta atas aspirasi, kebutuhan dan juga pemahaman dari komunitas lokal. Maka dari itu, agar terlaksana dengan maksimal dan berdampak positif, menjalin hubungan baik dalam jangka panjang adalah salah satu aspek penting dalam community development.  

Stakeholder Engagement dalam Community Development

Hubungan kemitraan tersebut akan berkontribusi pada kesukesan program karena kaitannya dengan komunitas lokal yang mengerti kebutuhan dan permasalahan di lingkungannya. Berikut adalah contoh-contoh stakeholder community development: 

  1. Masyarakat lokal: stakeholder yang paling penting dan secara langsung terdampak dari program community development 
  2. Tokoh masyarakat, perangkat desa (pemerintah lokal): perangkat desa seperti kepala desa, ketua RT/RW dan lainnya. Perannya sangat penting dalam memfasilitasi dan mendukung program community development. Fasilitas yang dapat disediakan Seperti infrastruktur, layanan dasar atau regulasi 
  3. Organisasi nirlaba: berperan sebagai fasilitator dan pemberi sumber daya program community development. Beberapa kali, organisasi nirlaba juga berkontribusi dalam merancang program 
  4. Perusahaan mitra, investor atau sponsor: mendukung program communtiy development dari segi dana dan bantuan teknis  
  5. Media lokal: berperan dalam mempromosikan program community development, dari kegiatan tersebut terlaksana hingga dampak yang terjadi setelah program 

Bentuk & Contoh Community Development 

Beberapa bentuk-bentuk community development sangat bervariasi tergantung pada kebutuhan dari kondisi komunitas dan  tujuan program yang akan diimplementasikan oleh perusahaan. Beberapa bentuk umumnya adalah sebagai berikut: 

  1. Pelatihan edukasi  
  2. Pembangunan Infrastruktur 
  3. Pengembangan ekonomi dan budaya lokal 
  4. Kelestarian lingkungan 
  5. Kesehatan dan kesejahteraan 

Beberapa bentuk di atas kemudian dapat dikembangkan lagi secara spesifik. Maka dari itu, sebelum merencanakan program, perlu diadakan pemetaan sosial untuk memahami dan mengetahui masalah yang ada, sehingga program yang diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan komunitas.   

Salah satu contoh program yang dilakukan oleh Spectrum CSR Solution adalah pelatihan edukasi: Rumah Cerdas Pertamina TBBM Jayapura. Temuan awal dari terbentuknya program ini adalah ketika angka buta huruf di Jayapura sebanyak 39% dan beberapa anak putus sekolah. Tidak hanya itu, banyak juga anak yang mejadi korban kekerasan. 

Maka dari itu, Spectrum CSR Solution merancang dan mengimplementasikan Program Rumah Cerdas Pertamina sebagai rumah literasi bagi 15 anak-anak buta huruf di kawasan Kelurahan Imbi, Kota Jayapura.   

Pendekatan Pembuatan dan Pengelolaan Program  

Pengelolaan program community development memerlukan pendekatan yang terstruktur pada saat perancangan, untuk memastikan keberhasilan pencapaian tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungannya. Salah satu metode pendekatan dari community development adalah Asset Based Community Development (ABCD).  

Pendekatan ABCD berfokus pada pemanfaatan aset-aset yang hadir dalam masyarakat yang dinilai dapat diperkuat pada program community development. Pendekatan ini dimulai dengan mengenali dan mengidentifikasi individu, asosiasi atau bahkan lembaga yang dapat mengembangkan program community development serta aset-aset yang mereka miliki. 

Aset yang dapat dimapping ini mencakup aset manusia, aset sumberdaya alam, aset fisik atau infrastruktur dan aset sosial dan informal. Dengan mengetahui aset yang dimiliki, dapat digunakan untuk perencanaan strategi pengelolaan comdev yang sesuai dengan aset masyarakat. 

Metodologi Asset Based Community DevelopmentTahap awal itu menjadi faktor utama dan yang akan menentukan kuatnya program community development yang akan dijalankan. Beberapa tahapannya meliputi: 

  1. Discovering Strength: mengidentifikasi kekuatan dan keunggulan kompetitif komunitas 
  2. Organizing & mapping: melakukan pemetaan potensi aset berdasarkan kondisi internal maupun eksternal komunitas 
  3. Linking & mobilizing: mengoneksikan potensi yang ada dan mengerahkan komunitas untuk berkontribusi dalam program community development 
  4. Community driven initiative: menciptakan inovasi dan inistiatif untuk mengembangkan program community development 
  5. Sustaining the Process: berkomitmen dalam menjalankan program agar dapat berkelanjutan dan sesuai dengan tujuan awal 

Sebagai bagian krusial dalam CSR perusahaan, community development memiliki peran yang kuat dalam memperbaiki kualitas hidup komunitas lokal, pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. Dengan partisipasi aktif dan pemahaman akan kondisi lingkungan, perusahaan bisa menjadi penggerak perubahan yang berkelanjutan melalui community development.  

Hubungi kami jika anta membutuhkan konsultan untuk manajemen CSR perusahaan anda! 

Share:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp